Kasus pembunuhan Kembali terjadi di Kabupaten Jombang di awal tahun ini. Penemuan mayat pria tanpa kepala di saluran air Dusun Dukuh Mireng, Desa Dukuharum, Kecamatan Megaluh Jombang pada rabu (12/2) siang. Beberapa jam kemudian, potongan kepala juga ditemukan warga di Dusun Kedunglempuk, Pesantren, Tembelang, Jombang di pinggir Sungai Ngotok Ring Kanal. Polisi, hingga kini masih melakukan penyelidikan dan pendalaman terkait dua potongan tubuh yang diduga milik korban mutilasi tersebut.

Kapolres Jombang AKBP Ardi Kurniawan memimpin langsung proses olah TKP (tempat kejadian perkara) lanjutan penemuan mayat pria tanpa kepala di saluran irigasi Dusun Dukuhmireng, Desa Dukuharum, Kecamatan Megaluh. Polisi terlihat menyisir area di sekitar penemuan mayat. Ardi juga menyebut dengan kondisi tubuh korban yang sudah mulai menggembung dan mengeluarkan aroma busuk, diduga jasad itu sudah berumur lebih dari dua hari. ”Kalau dari secara umum lebih dari dua hari (meninggal,Red), untuk perkiraan sekitar 20-30 tahun usianya,” rincinya.

Polisi masih kesulitan mengidentifikasi identitas korban dan masih belum menemukan titik terang dari warga yang melapor kehilangan keluarganya. Dalam mengungkap suatu tindak pidana, polisi akan melibatkan tim Inafis untuk memeriksa suatu tindak pidana. Tim Inafis adalah unit kepolisian yang bertugas melakukan identifikasi data diri masyarakat Indonesia melalui sidik jari. Inafis merupakan singkatan dari Indonesia Automatic Fingerprint Identification System. Tim Inafis akan melakukan identifikasi forensik terhadap identitas korban, waktu kematian, alat kejahatan, serta barang bukti yang ada di TKP.

Tim inafis menghubungi Dispendukcapil untuk saling bersinergi dalam proses identifikasi identitas korban. Dispendukcapil mendapatkan panggilan dari POLRES Jombang pada Jum’at (14/2) pagi, mereka meminta tim Dispendukcapil untuk membantu mengidentifikasi identitas dari mayat yang ditemukan. Tim dari Dispendukcapil tiba di RSUD Jombang pada Jum’at (14/2) sore dan membantu proses identifikasi korban di kamar Jenazah. 

Tim dari Dispendukcapil dipimpin oleh Moh. Nurhasan, S.STP selaku Plt. Sekretaris dan didampingi tim Pidana umum dari POLRES jombang. Dispendukcapil kesulitan dalam Proses identifikasi identitas korban yang diidentifikasikan lewat alat pemindai sidik jari dari Dispendukcapil belum menemukan hasil karena sidik jari yang tidak terbaca dengan jelas. Proses selanjutnya akan diserahkan sepenuhnya kepada pihak  POLRES Jombang. Semoga segera menemukan titik terang identitas korban dan segera ditemukan pelakunya.